Tujuan Penggunaan Senjata

Tulisan ini masih membahas tentang senjata tradisional Lampung:

 

Setiap senjata yang dibuat oleh manusia tentu memiliki tujuan tertentu. Demikian juga halnya dengan senjata-senjata tradisional daerah lampung. Setiap jenis senjata yang dibuat memiliki gunanya sendiri - sendiri sesuai dengan tujuan seaktu senjata itu dibuat. Untuk lebih jelasnya berikut ini dapat dikemukakan tentang tujuan dibuatnya senjata tradisional, sebagai contoh misalnya : keris, tombak dan pedang, senjata-senjata tersebut memiliki fungsi sosial , juga kita kerap meyaksikan sebagai alat perlengkapan upacara, kesenian, dan sebagai benda pusaka.

 

Keris sebagaimana disebutkan dalam rangkaina terdahulu merupakan snjta tradisional yang sangat populer di zaman kemunculannya yaitu pada masa klasik indonesia. Dari bukti tertulis dan arkeologis maupun etnografid ternyata di daerah lampung tidak pernah dijumpai adanya pande yang membuat keris.Dalam Cerita-cerita rakyat yang berkembang di daerah lampung disebutkan bahwa keris-keris yang dimiliki masayarakat suku bangsa lampung dahulunya adalah kiriman dari kasultanan Banten, Bugis, Buton, dan sebagian Sumba. Satu Informasi dengan diperoloehnya tulisan pada kulit kayu di labihan Meringgai bahwa salah satu keris pusaka marge Melinting adalah pemberian Sultan Banten.dengan demikian keris yang dikenal didaerah lampung, ada yang bukan buatan Lampung akan tetapi merupakan senjata kiriman dari Luar khususnya Jawa.

 

Keris Kecualai dapat bergunan sebagai senjata untuk meyerang lawan atau mempertahankan diri, keris dapat juga menempati pisisi lain selain kegunaan tersebut di atas. misalnya sebgai simbol status sosial. Namun dari semua fungsi tersebut, yang jelas Keris adalah senjata yang dalam penggunaanya adalah untuk menikam atau menusuk.

 

Tombak dalam bahasa Lampung disebut Payan, adalah salah satu jenis senjata alat tradisional yang terdapat di daerah Lampung. Mengherankan ternyata senjata ini masih dipegang dan disimpan oleh masyarakat suku bangsa lampung, terutama mereka yang masih keturunan tokok masyarakat di jamannya. Kini orang-orang kaya yang bukan keturunan tokoh masyarakat (penyimbang) pun ada yang memilikinya, karena senjata ini bukan saja sebagai alat menusuk, melempar lawan atau untuk menikam binatang buruan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai bagian dari alat perkawinan tradisional, religi dan kesenia (pencak Silat).

 

Sumber lihat di Menu Referensi :