Senjata Bagian Dari Kebudayaan

 

Wujud penggunaan senjata

 

Ada kalanya melihat sesuatu senjata tertentu, kita mengkap satu kesan unik dan aneh, kondisi ini hanya mungkin apabila kita melihatnya di luar dari kacamata nilai-nilai budaya pendukungnya. Mungkin orang luar atau mereka yang hidupnya di luar budaya Nusantara, akan merasa demikian. Dibenaknnya muncul berbagai pertanyaan; untuk apa senjata seperti itu dibuat orang, padahal tidak memiliki fungsi yang maksimal, di zaman yang serba canggih sekarang ini senjata  macam keris dan badk ternyata masih diproduksi.

 

Inilah kebudayaan, bukan kebudayaan namanya apabila di dalam salah satu unsirnya tidak mengandung keanehan jika dipandang dari sudut yang sempit. Kebudayaan adalah ciptaan manusia, pasti dalam salah satu seginya atau lebih akan mewujudkan bentuk keanehan, karena lebih akan mewujudkan bentuk keanehan, karena mahluk yang paling unik dan anehpun di dunia ini adalah manusia yang menciptakan kebudayaan itu sendiri. Namun tidak selamanya produk perilaku manusia akan berwujud aneh dan unik. Ada beberapa hal yang sifatnya universal . Maka yang terakhir ini biasanya dapat menjadi  benang halus penyambung sikap toleransi antar kelompok manusia. Demikian dengan senjata, kendati ada senjata-senjata yang tidak umum. Namun pasti ada senjata yang sangat akrab dengan kelompok-kelompok kebudayaan manapun, maka bentuk-bentuk seperti ini akan ditanggapi secara wajar dan biasa.

Senjata yang dianggap wajar dan umum biasanya karena memilik kesamaan dan kegunaan yang praktis bagi pendukungnya perpanjangan tangan manusia. Pola terkahir ini, untuk didaerah lampung telihat bahwa mereka membuat senjata dengan tujuan, dan tujuan diciptakannya senjata itu bervariasi yaitu:

  1. Sebagai alat perburuan
  2. Sebagai alat pertanian dan perkebunan
  3. Sebagai alat pertukangan
  4. Sebagai alat untuk keperluan dapur
  5. Senjata sebagai alat untuk menyerang
  6. Senjata untuk membela diri.

Tentang senjata untuk menyerang dan membela diri, sekarang ini tujuannya telah bergeser, tidak lagi untuk semata-mata tujuan tersebut, akan tetapi lebih mengarah kea rah pengungkapan rasa keindahan dan komersial. Sebab kondisinya untuk alas an itu dapat dikatakan tidak relevan lagi.

Senjata senjata yang diciptakan itu, pada perkembangannya dikemudian ternyata mempunyai kegunaan samping, sesuai dengan latar belakang budaya yang hidup di masyarakat pendukungnya. Ada beberapa senjata tertentu yang karena kebudayaan masyarakat pendukungnnya, kemudian senjata tersebut menjadi bagian dari unsure unsure lain. Dilihat dari kaitan fungsional sebenarnya hamper tidak ada hubungan dengan tujuan penciptaan semula. Penggunaan senjata yang dimaksud itu, antara lain dalam wujud:

  1. Sebagai alat upacara
  2. Sebagai alat kesenian
  3. Sebagai wujud benda religi