Tangguh (Model) Keris
Yang dinamakan tangguh dalam dunia perkerisan sebenarnya dizaman ini disebut model atau gaya, seperti keris gaya mataraman, pajajaran dsb. tangguh ini ada sembilan gaya keris yaitu : tanggung pajajaran, tangguh majapahit, tanggung tuban, tangguh sedayu, tannguh demak , tangguh pajang, tannguh mataram, tangguh kartasura, surakarta dan yogyakarta. jadi nama tangguh tadi merupakan gaya keris menurut zamannya.
Â
Melihat perbedaan tangguh keris setiap pergantian zaman keliatan dari para empu pembuat dizaman kuno yang membuat keris sesuai pakemnya. mereka menciptakan tanggugh (gaya) sendiri dan tidak mencontoh keris yg sudah ada.
para empu zaman kuno itu antara lain:
Zaman Pajajaran
empunya antara lain : empu sari kayat jatiwasesa, bramakendali, anjani, Marchukandha, Sanggabumi, Manca, Hangga, Keling, Ni Sombro(empu perempuan)
Zaman Majapahit
empunya : empu Singkir Wanabaya, Jigja, Dhomas, Sedhah, Supamandrangi, Supagati, Jakasura.
Zaman Tuban
empunya : Ni Mbok Sembaga, Ki Bekel Jati, Jaka Suratman, Salaeta.
Zaman Demak
Empunya : Empu Sura dan Jaa Sura
Zaman Pajang
Empunya : Empu Cublak dan Empu Kodhok.
Zaman Mataram
Empunya : Empu Tepas Maji, Legi, Hedhe Luwng, Kalianjir, Thundung, Lanang.
Zaman Kartasura
Empunya : Sutranaya, Sendhang Warih, Taruwangsa, Lujuguna III, Japan, Braja, Lujuguna IV, Sendhang koripan, Brojoguna II
Zaman Surakarta
Empunya : Brajaguba II, Brajasantika, semaragati, Supajaya, Brajaguna III, Carang Mustapa, Semara, Sanaboga, Jakariya, Tirtadangsa, Singawijaya, Japan, Supa, Brajakarya, Rejeng.
Zaman Yogyakarta
Empunya : Supawinangun
Sedikit cerita tentang Empu Supawinangun ini sebagai berikut:
Sebenarnya Empu Supawinangun masih mempunyai garis keturunan dari empu zaan Majapahit, Jelasnya demikian Tumenggung Supadriya empu di zaman majapahit mempunyai anak Jaka Supa kemudian menjadi Pangeran Sedayu, kemudian mempunyai anak Empu Supa Anom, (Kinom) di Tuban.Kinom mempunyai anak Nyai Panjang Mas, istri dari pangeran Panjang Mas di Mataram kemudian berputra Empu Cinde Amoh di Mataram. mereka mempunyai anak Empu Entawayang, dizaman kertasura kemudian berputa Mas Ayu Kadarsih, kemudian menjadi istri Pangeran Hangabei di kertasura, kemudian berputera Raden Ayu Pandiyo yang menjadi istri Empu Pandhit di Zaman Surakarta, kemudian menjadi anak Nyai Badur, Istri. empu Badur di Ngentha Entha Yogyakarta. Mereka Mempunyai anak Kyai Kartayuhda lalu menurunkan Kyai jairanadi Lumajang, Kyai inilah yang menurunkan Empu Supawinangun di Sayegan Sleman Yogyakarta.
Gambar Dhapur Keris

Sumber : Buku Judul "Wangkingan Kebo Hijo"
