Pemasangan Pamor dioleskan, ditekan atau ditempa

Ada juga sewaktu besi wilahan sudah dibakar, maka pamor diletakkan diatasnya, jika sudah kelihatan meleleh wilahan segera digoyang-goyangkan agar pamor merata pada dasar wilahan, setelah itu empu menggunakan umpamanya : serabut kelapa, serumpun daun apa, bahan itu ditumpangkan diatas pamor dan segera ditekan-tekan, pelaksanaannya harus berkali-kali jangan sampai panas menurun dan menjadikan pamor tersebut membeku. Jika sekiranya sudah dianggap selesai, maka gambaran pamor dengan pembuatan seperti diatas, bisa menimbulkan gambar macam-macam dan dicocokkan dengan ketentuan-ketentuan gambar pamor yang sudah diakui menjadi standard nama. Umpamanya kalau bekas tekanan itu bergambar seperti goresan-goresan yang lurus, maka keris itu dianggap memepaunya Blara Sineret. Jika pamor itu meninggalkan bekas melingkar padat bersambung-sambung, maka keris itu mendapat nama keris yang berpamor kelap lintah dan lain sebagainya. 

KEMBALI KE BAB SEBELUMNYA